Feeds:
Posts
Comments

EDP ultah


“Meski tinggal segelintir orang yang bertahan, tapi jangan lupa kita pernah punya mimpi disini dan mimpi itu telah banyak memberikan ilmu bagi kita”

24 maret Tiga tahun lalu sepuluh orang mahasiswa sedang berbunga-bunga, akte notaris yang menyatakan berdirinya sebuah CV ada dihadapan mereka. Banyak harap mulai mereka rajut, dari yang tidak masuk akal sampai gurauan yang mungkin terdengar naif. Mimpi mereka terlihat kekanak-kanakan tetapi energinya terasa membuncah…kegembiraan hadir disana.

Usaha itu tentu saja tidak datang tiba-tiba. Akhir tahun 2007 keinginan untuk mendirikan research group muncul setelah mengikuti sebuah kuliah yang mendatangkan seorang enterpreneur lokal. Gagas itu mewujud lewat orang-orang yang sebelumnya berkumpul diseputaran PES dan Futsal.

Continue Reading »

Akhirnya harus pula melanjutkan rantai hidup yang ujungnya tak kentara. Meninggalkan kota ini setelah tujuh tahun -lebih bahkan- menggali, berjalan, menembus dan sesekali jatuh kelubang. Berbecek-becek dikubangan, berlarian ditengah hujan, tertawa, tersenyum, berulangkali menangis, berpagi hari dengan senyuman, berpanas-panas dengan kegetiran, mengakhiri setengah hari dengan senja yang warnanya begitu sendu. Bermalam dengan semangat baru dan evaluasi yang tak kunjung henti.
Disini, dikota yang dulu begitu sangat sederhana. Kota yang meski akhirnya tak kuat juga menahan gempuran isme yang saat ini sedang menggurita, mengaku dengan malu-malu meski tak pernah menunjukkan dengan sungguh-sungguh kalo sebenarnya ia sudah ikut terhanyut.
Disini, dikota yang pergumulan ide-ide berlangsung sangat rapih dan cenderung tidak segegap gempita ibukota. Tetapi menyimpan energi yang begitu dahsyat yang terjaga untuk tidak menimbulkan reaksi ledakan yang berantai. Kekuatan yang menjadikan atau kekuatan yang menghancurkan. Kekuatan yang tersimpan dalam heterogenitas manusianya.
Disini, dikota yang menampung berbagai manusia dinegriku, dengan segala pola pikir yang berbeda dan bermacam-macam bentuknya. Bersaing, bersinergi, berlawanan, bersaudara dengan terang-terangan atau hanya dalam hati. Menyediakan kesederhanaan dan merayu untuk ikut tercebur dalam proses itu yang sayang sekali untuk tidak dilirik dan bercengkerama didalamnya. Duduk disana, diam disana, bergerak disana, berputar disana, terlempar kembali oleh gaya sentrifugalnya, menerima efek inersia yang berlebihan dan terdampar kembali ditempat lain dengan senang hati, berkali-kali, berulang kali.
Continue Reading »

Liat lebih dekat

Idealnya tiap hari adalah proses menemukan hikmah sebab setiap manusia ditemukan oleh keadaan-keadaan yang harusnya dapat dimaknai untuk sebuah progress kehidupan. Menemukan setiap makna yang tersembunyi sebenarnya dimiliki setiap diri yang secara jujur mengikhlaskan apa saja yang menabraknya. Maka Tuhan berlaku sama pada setiap makhluknya, mereka ditemukan dalam kuantitas dan kualitas yang sangat adil. Permasalahan muncul ketika manusia tidak benar-benar mencari dan berusaha menemukan apa pesan yang tersembunyi secara abstrak pada jalan yang tiap kali dilaluinya. Saya mungkin juga kita terlalu sederhana dalam melihat kelakuan yang mondar-mandir didepan mata. Mata kita terlalu sederhana untuk memilah bahkan memilih kekayaan yang datang berderap berarak-arak.Kekayaan itu hanya melintas berparade dan kita tetap tidak tahu jenis parade apa yang sedang beratraksi. Bahkan lebih mengerikan kita masih bertanya apakah benar ada parade hari ini.

Ini bukan demam Piala Asia, apalagi mau ngomentari perjuangan dahsyat tim Indonesia yang jadi penghibur orang-orang indonesia yang emang butuh hiburan. Tapi ngeliat usaha kemaren boleh deh bilang mereka jadi pelepas dahaga ditengah hausnya orang-orang indonesia biasa yang dalam konstelasi apapun dinegrinya bukan merupakan faktor penting.

Tapi memang selalu menyenangkan berbicara masalah sepakbola. Intinya sih sebenarnya sederhana, memasukkan bola sebanyak-banyaknya kegawang lawan dan menjaga agar gawang kita ndak kebobolan. Yang susah, memperjuangkannya. Ada bentuk kerjasama apik disana, ada kreativitas disana, ada imajinasi dan disiplin yang dimainkan. Tetap saja ada aturan-aturan pasti yang telah dibentuk oleh komite tinggi sepakbola, ada garis batas dimana kita bermain, ada daerah-daerah yang dibagi dengan jelas. Bahkan ada daerah diluar lapangan sepakbola yang dikenai aturan yang berbeda.

Bermain sepakbola adalah perjuangan visi dan misi untuk sebuah kemenangan. Tiap-tiap pemain memiliki tujuan yang sama demi kecintaan pada timnya. Maka setiap anggota tim rela berlatih berhari-hari, mempersiapkan fisik dan mentalnya. Panas atau dingin cuaca tidak menjadi soal, keringat mengucur, darah mengalir (terlalu berlebihan…sekedar untuk memberikan efek dramatis.. :D ) bahkan mungkin diselingi dengan kelelahan dan isak tangis yang menjadi hal biasa. Mengembangkan kemampuan diri dan skill masing-masing untuk sebuah tujuan yang diidamkan. Bertanding sepakbola adalah implementasi dari hasil latihan setiap anggota tim. Disana kerjasama digagas dengan sangat rapih. Maka Kerjasama mereka bukanlah usaha agar setiap pemain mencetak gol ke gawang lawan. Lebih dari itu, kerjasama adalah kesadaran penuh setiap anggota tim untuk bekerja pada pos-pos yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap pemain sadar dan paham betul apa tugasnya. Kiper sadar bahwa ia benteng terakhir untuk menjaga gawang timnya, para pemain belakang adalah para punggawa yang dengan taktis menghalau serangan dan gempuran lawan. Pemain tengah adalah orang-orang yang bertanggung jawab mengalirkan bola-bola dan rantai penghubung dengan para striker yang bertugas menjebol gawang lawan. Gol adalah sebuah euforia atas berhasilnya bentuk kerjasama tim kita.

Memang sih kadang skenarionya tidak selalu begitu, karena bisa jadi kiper mencetak gol, semua memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Tapi kan setiap pemain sudah sadar tentang siapa dan apa yang seharusnya dia lakukan. Ketika gol terjadi bukan kita saja yang berteriak gembira. Suporter yang menjadi penyemangat kita, mereka yang kita berusaha untuk menyenangkannya juga akan merasa gembira. Memang mereka tidak bermain bersama kita, tapi tiap diri memiliki semangat menyala-nyala yang dialirkan kesetiap pemain dilapangan. Sadar atau tidak. Baik mereka ataupun kita.

Terjadinya gol dan kemenangan tidak bisa dimaknai dengan kemampuan hebat seorang-seorang an sich, tetapi ia bukti dari soliditas dan kekompakan tim untuk tujuan tersebut. Maka striker tidak bisa mengklaim gol itu adalah miliknya saja. Tidak bisa juga dibilang gol itu adalah umpan manis terukur dan briliant dari pemain tengah saja. Atau karena permainan apik dalam menghalau setiap serangan dari pemain belakang saja. Atau lagi ketangguhan kiper dibawah mistar gawang saja. Gol dan kemenangan itu adalah milik kita bersama (inget jingle sebuah TV swasta…mari berisik bersama). Maka kata saja lebih baik kita bungkus rapat-rapat tidak perlu diperlihatkan kemana-mana, atau kalo memungkinkan kita hilangkan saja.

Tentu saja tim sepakbola kita tidak harus selalu menang, ada kekalahan-kekalahan yang terasa menyesakkan dan kadang tidak bisa diterima. Kekalahan dan kesalahan itu tidak bisa juga kita timpakan kepada seorang anggota tim saja dan yang lain merasa tidak punya andil dalam kekalahan itu. Maka tidak juga bijak kata-kata “kamu sih…” atau “udah kubilang jangan begitu….“,” itu cara yang salah menghalau bola, seharusnya begini…“. Karena itu menciderai kekompakan dan psikologi para pemain. Dia menghancurkan semangat dan mengobarkan peperangan-peprangan kecil antar pemain. Apalagi kalo setiap pemain bersepakat untuk menyalahkan seorang saja. Maka kata saja lebih baik kita….(lihat kalimat terakhir pada paragraph sebelumnya).

Owiya, sangat tidak taktis juga kalo kesebelas pemain adalah semua yang bermental kiper, atau semuanya bermental bek atau bermental gelandang atau bermental striker. Karena ndak asyik pasti melihat pemain gerudukan semuanya hanya menyerang, atau semuanya hanya bertahan atau Cuma umpan-umpan pendek dilapangan tengah, yang lucu lagi kalo kesebelas pemain baris rapih berjajar dibawah mistar gawang….hehehehhe. Lha kalo tetap maksa seperti itu ya kan banyak menguras energi dan akan lama sekali kemenangan diraih, karena kekompakan permainan lawan terlihat begitu meyakinkan. Kita kehilangan kekuatan intrinsik yang seharusnya menjadi sumber daya mengagumkan di tim kita. Mungkin juga sih ada peperangan diantara tim lawan, lebih besar malah. Tapi gmana kalo yang terpampang dihadapan kita sekarang adalah sepakbola indah mereka.

Maka kekalahah dan tidak lolosnya Indonesia ke babak berikutnya di Piala Asia kemarin menjadi pelajaran berharga bagi bangsa kita. Mudah-mudahan dengan kekalahan itu kita selalu sinau untuk menampilkan sepakbola indah dalam aransemen kerjasama yang bertanggung jawab. Dan pada suatu saat, Tuhan memenangkan kita untuk mengangkat Piala Lambang Supremasi Dunia sebagai hadiah atas hasil kerja keras kita bersama.

Wah jadi pingin main bola lagi.

 

Grundelan tambahan

Komentator 1 : “Pendapat terakhir anda sebelum commercial break* Bung….Bukannya terlalu bermimpi itu….gmana mungkin kita bisa menang Piala Dunia”

Komentator 2 : “Ah gpp mimpi…Arai* bilang gini….tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati…..”

Penonton televisi dirumah : “Woooo, komene komentator endonesa kuwi lho…ra mutu”

 

* commercial break diartikan sebagai iklan atau pesan-pesan berikut ini atau ada yang mau lewat.

*Arai adalah salah satu tokoh di novel Sang Pemimpi (buku kedua dari tetralogi laskar pelangi) karya Andrea Hirata.

 

Puisi Kelahiran

Bagimu yang mengenangkan kelahiran
Bagimu yang meneguhkan kembali kebangkitan

Bagimu yang diam-diam menangisi keterbelahan
Yang mendambakan tumbuhnya kembali kasih sayang

Aku mendengar nun jauh dikedalaman jiwamu
Pekikan cinta kasih yang robek itu

Aku mendengar keperihan hatimu
Oleh kutukan-kutukan itu

Namun terdengar juga oleh batinku
Nyanyian-nyanyian haru biru

Atas lahirnya si jabang bayi
Yang menangis didalam sunyi

Orang-orang yang berjalan melingkari kenyataan
Tidak berpaling dan tidak membuang

Orang-orang yang menomorsatukan kerendahhatian
Menyediakan ruang dan kesediaan untuk paham

Emha Ainun Nadjib

« Newer Posts - Older Posts »