Feeds:
Posts
Comments

Sketsa

Gas behamburan keluar berlomba dari cerobong pabrik yang tak terurus. Suara bising saringan knalpot menambah penat siang yang terik. Beberapa buruh istirahat tak tenang menunggu jam bekerja mulai lagi. Hari itu ditepi jalan yang ramai oleh lalu-lalang kendaraan tak teratur, aku masih disini, memandang nasib yang kentara sekali tak terlalu indah.

Udara sejuk kuhirup dari ramuan alam yang terhantar bersama sepoi angin pegunungan yang berhembus lembut membelai rambut panjang hitamku. Kata nenek rambut itu mahkotaku yang harus terjaga keindahannya. Hari ini aku tak perlu pergi keruang kerjaku yang sumpek, meskipun disana semua fasilitas kudapatkan dengan mudah. Apa gunanya pergi kalau semua sudah berjalan dengan baik. Perusahaan Ayah masih melesat dijajaran top perusahaan dinegara ini, membuatku disini, memandang nasib yang sangat jelas didepan sana.

Jam 3 pagi ini aku berhasil lagi bangun dari tidur lelapku. Mengetuk pintu rumahNya sebentar, lalu teringat pekerjaan biasa yang menunggu untuk diselesaikan. Ibu sudah terlalu tua untuk menjalankan kerja berat ini, kulitnya keriput dengan muka lelah yang memancarkan perjuangan. Tak perlu lagi lah Wonder woman. Karena yang kulihat sekarang wanita sejati lebih dari apa yang orang bicarakan.

Brak!!!…Kupukul keras meja kerjaku, satu dua kepala bermunculan dari cubicle mereka masing-masing. Mencoba menenangkanku. Ah masalah ini terlalu penat untuk kusanggah sendiri. Belum juga bulan purnama berganti, kebahagiaan yang baru saja kurasakan tiba-tiba menghilang…begitu saja.

Senyumnya renyah sekali, seolah-olah Tanggamus sebesar itu baru saja dipindahkan Tuhan dari pundak ringkihnya, Pakaiannya hitam, kulitnya hitam, sepatunya pun hitam. Kutaksir harga sepatunya hanya 10 ribu rupiah, berbahan plastic campuran pula. Tiap pagi selalu seperti itu, tepat setelah sinar matahari mencuri-curi masuk diantara dahan pohon kelapa.

Wah aku terlambat lagi…Weker sialan ini mulai bermain-main denganku, kadang hidup kadang mati. Padahal baru saja alkaline yang kubeli ditoko waralaba diujung gang kupasangkan dengannya. Ah terlambat 10 menit dijalanan Jakarta sama dengan terlambat satu jam masuk kekantor, ntah apalagi alasanku kali ini. Sebulan terakhir selalu begini, tak perlu ke psikiater untuk tau bahwa insomnia sedang bersahabat denganku. Praktis diatas jam 3 aku bisa beristirahat meskipun mata sudah kupejamkan sejak hari belum berganti. Dan tak ada yang bisa kusalahkan selain weker sialan ini.

Jumat kemaren, 13 juni, pertama kalinya ngerti dimana Taman Ismail Marzuki. Karena g ngeh dengan jalanan Jakarta dan dimana tempatnya maka rencana kesana dah disusun jauh-jauh hari. Awalnya ngerencanain berangkat bareng dengan hanif tapi ternyata dia harus pulang ke Demak, kampung halamannya. Akhirnya Tanya temen-temen kantor gmana cara paling mudah ke TIM dari cengkareng, termasuk ngebuzz Ryan yang ternyata g tau juga dimana tempatnya (padahal dah setaon lebih dia dijakarta…hehehe). Setelah Peta sederhana berhasil dibuat berikut ancer-ancer(bahasa indonesianya pa ya) yang harus dilewati saya optimis bakal sampe dengan selamat ke TKP. Owiya lupa…ada apakah gerangan saya bela-belain jauh-jauh dari cengkareng ke TIM…karena ada acara yang namanya Kenduri Cinta di parkir Timur TIM, acara yang sudah delapan tahun dilaksanakan tiap bulan disana. Continue Reading »

senangnya

Belum Tuhan
Masih belum kutemukan jalan menujuMu
Telah kulakukan perjalanan yang hanya Engkau penilainya
Telah kudendangkan puji berbalut selaksa doa kepadaMu
Kutiti langkah demi langkah untuk meresapi pesan yang Kau tawarkan

Belum Tuhan
Banyak pilihan itu belum pula melunakkan hatiku
Sekedar mengambil satu dari sekian banyak tawaran yang datang padaku
Belum mampu kulakukan

Continue Reading »

Ceritanya hari selasa (13/05) pagi pas lagi ngantor, dapat PM dari anak VOIP. Intinya sih Cuma minta laporan pandangan mata pas anak voip02 ngumpul di Plaza Sarinah Jakarta. Karena masih bingung gmana ceritanya jadi mudah-mudahan bisa didetail ama yang laen…(lewat comment) hehehe. Sekalian ngamini permintaan ‘sikecil’ di hutan ( =)) ) yang minta potonya diupload. Owiya anak yang minta laporan pandangan mata itu g dateng lagi…padahal ini yang ke-2 kali kita kumpul-kumpul. Fhuih….

Detail kejadian :

  1. Kalo g salah Rabu (7/05) or kamis (8/05) malam: yang dihutan (peace..bro😀 ) ngasih tau kalo voip02 bakal kedatangan seorang pejabat penting. Janjian ketemu sabtu (10/5) sore di Plaza Sarinah.
  2. G tau kapan : Entah gmana ceritanya, atas intervensi seseorang penting lainnya😀, waktu diubah jadi minggu (11/05)
  3. Jumat (9/05) : Tepatnya, Friday, 9 May 2008, 10:12 AM. Ryan buat thread di http://www.klasiber.net/mod/forum/discuss.php?d=6433. Mas satu ini dengan semangatnya mengundang mereka-mereka yang terpisah oleh jarak dan waktu (qe3) disekitaran Jakarta untuk berkumpul, kecuali Edo, ya kecuali Edo. Info lebih jelas baca aja klasiber (Do..do, yang buat thread senang banget pas nulis ini “kmu kan gak ada di daftar yg diharapkan datang do..
    wakakakaka”). Do..aku juga pingin ketawa =))
  4. Minggu (11/05) : Wah yang ini banyak banget ceritanya…biar yang laen aja yang cerita deh…

Sapa aja yang dateng bisa diliat diimagenya…(kok cuma segini ya)

G jelas apa

Sangat boleh jadi, kosong, merupakan tahap yang harus kita lalui untuk mengetahui apa sebenarnya hidup. Meskipun tidak mesti pula semua orang harus melalui proses ini. Keadaan dimana kita tidak bisa merasakan apa-apa, tidak mengerti dan paham apa dan bagaimana, sampai pada pertanyaan mengapa. Kosong adalah sebuah harga akan pengorbanan untuk mencapai kebahagian atau modal untuk sebuah kehancuran. Kosong bukannya tanpa isi, karena ia bukan keadaan hampa. Fase ini mungkin metamorfosa atau adaptasi atas sebuah perubahan. Keadaan dimana kita kehilangan pegangan, terkaget-kaget akan hilangnya sesuatu. Sesuatu yang kita kira segalanya. Sesuatu yang dalam rencana jangka panjang kita adalah sebuah kesempurnaan. Sesuatu yang kita rancang dan pastikan sebuah kebahagiaan.

Continue Reading »

EDP ultah


“Meski tinggal segelintir orang yang bertahan, tapi jangan lupa kita pernah punya mimpi disini dan mimpi itu telah banyak memberikan ilmu bagi kita”

24 maret Tiga tahun lalu sepuluh orang mahasiswa sedang berbunga-bunga, akte notaris yang menyatakan berdirinya sebuah CV ada dihadapan mereka. Banyak harap mulai mereka rajut, dari yang tidak masuk akal sampai gurauan yang mungkin terdengar naif. Mimpi mereka terlihat kekanak-kanakan tetapi energinya terasa membuncah…kegembiraan hadir disana.

Usaha itu tentu saja tidak datang tiba-tiba. Akhir tahun 2007 keinginan untuk mendirikan research group muncul setelah mengikuti sebuah kuliah yang mendatangkan seorang enterpreneur lokal. Gagas itu mewujud lewat orang-orang yang sebelumnya berkumpul diseputaran PES dan Futsal.

Continue Reading »

Akhirnya harus pula melanjutkan rantai hidup yang ujungnya tak kentara. Meninggalkan kota ini setelah tujuh tahun -lebih bahkan- menggali, berjalan, menembus dan sesekali jatuh kelubang. Berbecek-becek dikubangan, berlarian ditengah hujan, tertawa, tersenyum, berulangkali menangis, berpagi hari dengan senyuman, berpanas-panas dengan kegetiran, mengakhiri setengah hari dengan senja yang warnanya begitu sendu. Bermalam dengan semangat baru dan evaluasi yang tak kunjung henti.
Disini, dikota yang dulu begitu sangat sederhana. Kota yang meski akhirnya tak kuat juga menahan gempuran isme yang saat ini sedang menggurita, mengaku dengan malu-malu meski tak pernah menunjukkan dengan sungguh-sungguh kalo sebenarnya ia sudah ikut terhanyut.
Disini, dikota yang pergumulan ide-ide berlangsung sangat rapih dan cenderung tidak segegap gempita ibukota. Tetapi menyimpan energi yang begitu dahsyat yang terjaga untuk tidak menimbulkan reaksi ledakan yang berantai. Kekuatan yang menjadikan atau kekuatan yang menghancurkan. Kekuatan yang tersimpan dalam heterogenitas manusianya.
Disini, dikota yang menampung berbagai manusia dinegriku, dengan segala pola pikir yang berbeda dan bermacam-macam bentuknya. Bersaing, bersinergi, berlawanan, bersaudara dengan terang-terangan atau hanya dalam hati. Menyediakan kesederhanaan dan merayu untuk ikut tercebur dalam proses itu yang sayang sekali untuk tidak dilirik dan bercengkerama didalamnya. Duduk disana, diam disana, bergerak disana, berputar disana, terlempar kembali oleh gaya sentrifugalnya, menerima efek inersia yang berlebihan dan terdampar kembali ditempat lain dengan senang hati, berkali-kali, berulang kali.
Continue Reading »